Spiga

Tampilkan postingan dengan label Tips Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Education. Tampilkan semua postingan

Bantu Anak Berpikir dan Bertindak Kreatif

Kreativitas dan kecerdasan anak dapat berkembang lebih kuat jika Anda memperlakukannya sesuai dengan perkembangan jiwannya dan menciptakan pola asuh yang sehat. Coba terapkan bebagai tips berikut,
@ Dorong anak untuk mau dan merasa bebas mengekspresikan perasaan dan opininya. Mintai pendapat anak, tanyakan perasaannya atas apa saja yang sedang ia alami

@ Dukung anak untuk bisa mengevaluasi gagasannya. Misalnya saat Anda menanyakan pendapatnya tentang suatu hal. Bila Anda sudah mendapatkan jawabannya seimbangkan jawabannya itu dengan pertanyaan: " Mengapa kamu berpendapat begitu? atau " Apa yang akan terjadi bila kamu melakukannya?"

@ Biarkan anak tumbuh menjadi diri sendiri. Jangan arahkan anak menjadi atau berlaku seperti orang lain, termasuk seperti yang Anda inginkan. Bantu agar anak selalu memiliki labih dari satu cara untuk meyelesaikan masalahnya

@ Terapkan disiplin yang tegas namun tanpa hukuman yang keras apalagi hukuman fisik. Tetapkanlah batas-batas yang jelas hingga anak mampu mendisplinkan diri sendiri

@ Perkenalkan sejak dini cerita-cerita menarik melalui buku dengan gambar-gambar yang menarik. Biarkan ia terlibat membuat gamabr atau karya dari berbagai media, bermain musik, atau bentuk aktivitas fisik lainnya, seperti menari atau berolahraga
(Lisa Magazine)

Lawan Korupsi Sejak Kecil

Beberapa waktu lalu gue bareng teman-teman kampus jalan2 sekaligus studi banding ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di daerah Kuningan Jakarta. Ada rasa ingin tau, apa aja sih yang sudah mereka kerjain dan gimana cara mereka bekerja?
Setelah sampai di kantor KPK dan ngobrol dengan orang-orang yang kerja di situ, gue nemuin hal yang lebih menarik yaitu ternyata korupsi memang sudah ada sejak kita kecil. Hhmmm...kok bisa sih??.
Semua dimulai dengan hal-hal yang sederhana menurut pikiran kita dan kadang kita tidak menyadari bila itu bagian dari korupsi. Contoh kecil dan mungkin kita pernah bikin, seorang ibu memberi uang kepada anaknya Rp.5000 untuk beli terasi diwarung yang harganya cuma Rp.2000. Setelah beli di warung ditengah jalan menuju pulang dia ngeliat ada orang jual es cendol dan dibelilah es itu dengan harga Rp.1000, sesampai di rumah, si anak ngasih tau kepada ibunya kalau dia udah ngabisin Rp.1000 untuk beli es. Dan si Ibu membiarkan saja apa yang sudah dilakukan anaknya tanpa memberi penjelasan lebih lanjut. Misal, seharusnya si anak mengembalikan dulu uang kembalian si Ibu baru meminta jika ingin jajan es.
Sebenarnya tanpa disadari walaupun kecil nilainya, si anak sudah melakukan tindak korupsi. Dan bila ini sering terjadi pada si Ibu maka si ibu tanpa disadari juga telah memberi peluang kepada anak-anaknya untuk bisa melakukan hal yang sama. Contoh lain adalah seringnya kita memberi uang kepada pegawai Pemerintah supaya apa yang kita inginkan bisa cepat terlaksana. Seperti membuat KTP atau SIM atau yang lainnya.
Dari kejadian di atas harusnya kita bisa ngambil satu pelajaran penting. Yaitu, untuk bisa mengurangi korupsi kita bisa memulainya dari lingkup terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Bila di dalam keluarga kita bisa menghindari atau mengurangi seperti contoh kasus di atas, mudah-mudahan kepekaan kita terhadap hal negatif bisa lebih terasah. Dan harapan kita utnuk maju hanya ada pada generasi muda. (Hitter Magazine)

Cara Efektif Belajar si Kecil

Suasana yang menyenangkan adalah syarat mutlak yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.

Membuat anak senang belajar adalah jauh lebih penting daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. anak yang punya prestasi tapi di peroleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajrnay di masa yang akan datang.

Kenali tipe dominan cara belajar anak, apakah tipe auditory (anak lebih mudah belajar melalui indera pendengaran), visual (melihat) atau kinesthetic (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal.

Belajar dengan jeda waktu istirahat setiap 20 menit akan jauh lebih efektif daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.

Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi sangat antusias dan semangat untuk belajar jika isi/ materi yang dipelajari anak sesuai dengan perkembangan anak. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit. (Rumoh PMI- Agustus08)